Leptospirosis merupakan penyakit zoonotik (menular dari hewan kemanusia) yang disebabkan oleh bakteri Leptospira sp. Bakteri ini memiliki banyak sekali jenis, sehingga sulit mendapatkan kekebalan
melalui veksinasi.
SIFAT BAKTERI
>> Berkembang baik pada suhu 28 derajat Celcius - 30 derajat Celcius, pH tanah netral.
>> Aerobik, motil (dapat bergerak).
>> Bersifat gram negatif, berbentuk batang berpilin.
>> Habitat Leptospira yaitu pada air yang tergenang dan air yang mengalir lambat.
>> Bakteri Leptospira mati dengan:
1. Pemanasan suhu 50 derajat Celcius selama 10 menit atau 60 derajat Celcius selama
kurang dari 1 menit.
2. Pada kondisi tanah yang kering.
Jika terkena bahan kimia atau dimakan oleh fagosit, bakteri ini kopals menjadi berbentuk kubah dan tipis. Pada kondisi ini, Leptspira tidak memiliki aktifitas patogenik.
PENYEBARAN DAN PENULARAN
>> Tikus adalah salah satu hewan yang biasa disebut sebagai hewan carrier (pembawa) yang dapat
menyebarkan bakteri Leptospira sp.
>> Leptospirosis menular antar hewan terjadi melalui kontak dengan urin hewan yang terinfeksi, melalui
kontak kelamin npada saat pacak (venereal) dan penularan induk ke janin (lacental) atau luka gigitan.
>> Penularan secara tidak langsung terjadi karena terkontaminasinya sumber air, tempat makanan,
tempat minuman, bahkan kandang.
>> Penyakit akan meningkat pada musim banjir. Pada daerah kering, infeksi terjadi didaerah sumber air.
PROSES INFEKSI
melalui veksinasi.
SIFAT BAKTERI
>> Berkembang baik pada suhu 28 derajat Celcius - 30 derajat Celcius, pH tanah netral.
>> Aerobik, motil (dapat bergerak).
>> Bersifat gram negatif, berbentuk batang berpilin.
>> Habitat Leptospira yaitu pada air yang tergenang dan air yang mengalir lambat.
>> Bakteri Leptospira mati dengan:
1. Pemanasan suhu 50 derajat Celcius selama 10 menit atau 60 derajat Celcius selama
kurang dari 1 menit.
2. Pada kondisi tanah yang kering.
Jika terkena bahan kimia atau dimakan oleh fagosit, bakteri ini kopals menjadi berbentuk kubah dan tipis. Pada kondisi ini, Leptspira tidak memiliki aktifitas patogenik.
PENYEBARAN DAN PENULARAN
>> Tikus adalah salah satu hewan yang biasa disebut sebagai hewan carrier (pembawa) yang dapat
menyebarkan bakteri Leptospira sp.
>> Leptospirosis menular antar hewan terjadi melalui kontak dengan urin hewan yang terinfeksi, melalui
kontak kelamin npada saat pacak (venereal) dan penularan induk ke janin (lacental) atau luka gigitan.
>> Penularan secara tidak langsung terjadi karena terkontaminasinya sumber air, tempat makanan,
tempat minuman, bahkan kandang.
>> Penyakit akan meningkat pada musim banjir. Pada daerah kering, infeksi terjadi didaerah sumber air.
PROSES INFEKSI
Leptospira sp.
|
|
|
Masuk dihewan / manusia
|
|
|
Penetrasi dan memperbanyak diri pada membran mukosa atau kulit
|
|
|
Masuk ke aliran darah
Menginfeksi organ ginjal, hati, limpa, sistem saraf, mata, dan saluran pencernaan.
Bkteri ini lebih tahan lama dalam organ ginjal dan dapat bertahan selama beberapa minggu atau sampai bertahun-tahun dalam urin.
GEJALA PADA HEWAN
1. Pada sapi: Demam, kekuningan, abortus, produk air susu menurun (tidak boleh dikonsumsi).
2. Pada Babi: Demam, abortus, bakteri dalam urin.
3. Pada anjing/kucing: Suhu badan rendah, kekuningan, ulcer gusi, nafas bau busuk, kekakuan otot
kaki.
TERAPI
Pemberian antibiotik seperti golongan penisilin, infus untuk mengatasi dehidrasi, dan kontrol muntahnya (merupakan realisasi dari gangguan hati dan ginjal). Perawatan yang intensif dibutuhkan pada saat hewan menunjukkan gejala penyakit dan kemungkinan harus diberikan pengobatan setelahnya untuk mencegah hewan tersebut menjadi hewan carrier.
PENCEGAHAN
Karena menusia dapat tertular maka jagalah kebersihan, tempat makanan, tempat minuman, kandang hewan dan hal-hal yang berpotensial yang dapat terkontaminasi oleh bakteri Leptospira.
VAKSINASI
Vaksinasi adalah salah satu cara untuk memproteksi hewan dari infeksi Leptospira. Saat ini vaksin yang ada belum dapat memproteksi hewan dari semua strains Leptospira. Pada kucing tidak tersedia vaksin Leptospira karena infeksi pada kucing sangat jarang terjadi.
Vaksin Leptospira dapat memproteksi anjing selama 6-8 bulan. Anjing dengan tingkat infeksi yang tinggi dapat dilakukan vaksinasi dua kali dalam setahun.
Demikian penjelasan tentang "LEPTOSPIRA". Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca yang belum mengerti akan Penyakit tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Sebagai pembaca yang baik.. :)
Silahkan sisipkan komentar Anda disini. Makasih semuanya :D